MAKALAH
PENGUAT
DAYA
(KELAS
A, B, AB dan C)
DAFTAR
ISI
Halaman
DAFTAR ISI ................................................................................................ 2
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang ........................................................................ 4
B.
Rumusan Masalah ................................................................. 5
C.
Tujuan ..................................................................................... 5
BAB
II PEMBAHASAN
A.
Penguat Daya Kelas A
a. Pengertian Penguat Daya Kelas A......................................... 6
b. Cara Kerja Penguat Daya Kelas A........................................ 7
c. Bentuk Rangkaian Penguat Daya Kelas A............................. 7
d. Aplikasi Penguat Daya Kelaas A dan contoh soal ................. 10
B.
Penguat Daya Kelas B
a.
Pengertian Penguat Daya Kelas B ...................................... 12
b.
Cara Kerja Penguat Daya Kelas B...................................... 13
c. Bentuk Rangkaian Penguat Daya Kelas B........................... 13
d. Aplikasi Penguat Daya Kelas B dan Contoh Soal................ 14
C.
Penguat Daya Kelas AB
a. Pengertian Penguat Daya Kelas AB...................................... 15
b. Cara Kerja Penguat Daya Kelas AB..................................... 16
c. Bentuk Rangkaian Penguat Daya Kelas AB......................... 16
d.
Aplikasi
Penguat Daya Kelas AB dan Contoh soal ............. 17
D. Penguat
Daya Kelas C
a. Pengertian Penguat Daya Kelas C......................................... 18
b. Cara Kerja Penguat Daya Kelas C........................................ 18
c. Bentuk Rangkaian Penguat Daya Kelas C............................ 19
d.
Aplikasi
Penguat Daya Kelas C dan Contoh Soal .......... 20
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan .............................................................................. 24
DAFTAR
PUSTAKA ................................................................................ 25
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Istilah penguatan pada dasarnya berarti membuat menjadi lebih
kuat. Dalam bidang elektronika maka yang diperkuat adalah amplitudo dari
sinyal. Untuk mengerti bagaimana penguat bekerja perlu dimengerti dua tipe
penguatan yang utama yaitu :
1. Penguat tegangan yaitu penguat yang menguatkan tegangan
dari sinyal masukan
2. Penguat arus yaitu penguat yang menguatkan arus dari
sinyal masukan.
Sedangkan penguat daya yaitu kombinasi dari dua tipe penguat
di atas. Meskipun pada kenyataannya semua penguat adalah penguat daya karena
tegangan tidak akan ada tanpa adanya daya kecuali jika impedansinya tak
terhingga.Penguat daya bertujuan untuk meningkatkan daya sinyal output. Pada
mata kuliah elektronika ini, diterapkan sebagai penguat daya pada speaker. Pada
penguat daya ini, tegangan output diatur sama dengan tegangan input DC.
Sedangkan nilai arusnya yang diubah-ubah. Pengubahan arus output lebih mudah
daripada pengubahan tegangan output. Dan rentang tegangan yang bisa
diaplikasikan jauh lebih kecil daripada rentang arus. Oleh karena itu bisa jadi,
arus yang diperlukan sangat besar sehingga dalam memilih transistor harus
disesuaikan dengan kebutuhan arus. Apabila arus yang dibutuhkan sangat besar
sekali, maka dapat dipakai rangkaian transistor Darlington.
Transistor yang memiliki arus kolektor maksimum besar (
sekitar 1,5 A ), ternyata bentuk transistornya berbeda. Ada bagian tengahnya
berlubang yang digunakan untuk ‘heat sink’. Heat sink digunakan agar komponen
tidak cepat panas. Dengan pemasangan heat sink maka memperluas permukaan
transistor sehingga panas semakin cepat terbuang ke udara. Harganya relatif
sama dengan transistor daya kecil.
Efisiensi dari penguat daya didefinisikan sebagai
perbandingan dari daya yang diterima beban dengan daya yang diberikan oleh catu
daya. Macam macam Penguat Daya, Penguat daya diklasifikasikan menurut titik
kerjanya. Titik kerja (titik Q) yaitu titik pada garis beban yang menggambarkan
keadaan transistor saat tidak ada sinyal masukan. Menurut titik kerjanya
penguat diklasifikasikan menjadi penguat klas A, B, AB, C ,D dan masih banyak
lagi
B. Rumusan
Masalah
a)
Apa
Yang di maksud dengan Penguat Daya Kelas A?
b)
Apa
yang di maksud dengan Penguat Daya Kelas B ?
c)
Apa
yang di maksud dengan Penguat Daya Kelas AB?
d)
Apa
yang di maksud dengan Penguat Daya Kelas C?
C. Tujuan
Penulisan
Berdasarkan Rumusan
Masalah Tujuan Penulisan Makalah Penguat
Daya adalah :
a)
Menjelaskan
pengertian Penguat Daya Kelas A
b)
Menjelaskan
pengertian Penguat Daya Kelas B
c)
Menjelaskan
pngertian Penguat Daya Kelas AB
d)
Menjelaskan
pengertian Penguat Daya Kelas C
BAB II
PEMBAHASAN
A. Penguat
Daya Kelas A
a.
Pengertian
Penguat Daya Kelas A
Penguat
Daya Kelas A adalah penguat yang titik kerja efektifnya setengah dari tegangan
VCC penguat. Untuk bekerja penguat kelas A memerlukan bias awal yang
menyebabkan penguat dalam kondisi siap untuk menerima sinyal. Karena hal ini
maka penguat kelas A menjadi penguat dengan efisiensi terendah namun dengan
tingkat distorsi (cacat sinyal) terkecil. Titik kerja diatur agar seluruh fasa
sinyal input diatur sedemikian rupa sehingga seluruh fasa arus output selalu
mengalir. Penguat ini beroperasi pada daerah linear.
Sistem bias
penguat kelas A yang populer adalah sistem bias pembagi tegangan dan sistem
bias umpan balik kolektor. Melalui perhitungan tegangan bias yang tepat maka
kita akan mendapatkan titik kerja transistor tepat pada setengah dari tegangan
VCC penguat. Penguat kelas A cocok dipakai pada penguat awal (pre amplifier)
karena mempunyai distorsi yang kecil.
Karakteristik:
1.
Memiliki efisiensi maksimum sebesar 25% - 50%. Sehingga dapat
dikatakan bahwa penguat kelas A ini tidak terlalu efisien. Efisiensi yang
rendah dari penguat kelas A ini dikarenakan unsur penguatnya diberi prategangan
yang menyebabkan rangkaian penguat ini selalu menghantar meskipun tidak ada
masukan, transistor tetap bekerja pada daerah aktif dengan arus bias yang
konstan, dan menyebabkan terjadinya
pembuangan daya.
2.
Penguat kelas A ini digunakan untuk daya yang sedang atau
kecil sebesar <10 watt. Jika digunakan untuk sinyal-sinyal kecil, rugi daya
yang terjadi juga kecil sehingga dapat diterima.
3.
Penguat yang memiliki tingkat fidelitas yang tinggi. Asalkan
sinyal masih bekerja di daerah aktif maka bentuk sinyal keluarannya akan sama
persis dengan sinyal input. Jika sinyal tidak bekerja pada daerah
aktif (daerah linear) maka sinyal input dan outputnya berbeda sebesar 180ᵒ.
b.
Cara Kerja Penguat Daya Kelas A
Penguat daya bertujuan untuk menguatkan daya sinyal output. Pada penguat
ini, tegangan output diatur sama dengan tegangan input DC. Sedangkan nilai
arusnya yang diubah-ubah. Pengubahan arus output lebih mudah daripada
pengubahan tegangan output. Dan rentang tegangan yang bisa diaplikasikan jauh
lebih kecil daripada rentang arus. Oleh karena itu bisa jadi, arus yang
diperlukan sangat besar sehingga dalam memilih transistor harus disesuaikan
dengan kebutuhan arus. Apabila arus yang dibutuhkan sangat besar sekali, maka
dapat dipakai rangkaian transistor Darlington. Transistor selalu aktif (ON)
sehingga sebagian besar dari sumber catu daya terbuang menjadi panas. Karena
ini juga transistor penguat kelas A perlu ditambah dengan pendingin ekstra
seperti heatsink yang lebih besar.
c.
Bentuk Rangkaian Penguat Daya Kelas A
Penguat kelas A dapat diwujudkan dengan rangkaian seperti Gambar dibawah
ini:

Rangakaian Tugang
Transistor

Dari
gambar diatas dapat diturunkan rumus sebagai berikut:

Ciri khas dari penguat kelas A, seluruh sinyal keluarannya bekerja pada
daerah aktif. Penguat tipe kelas A disebut sebagai penguat yang memiliki
tingkat fidelitas yang tinggi. Asalkan sinyal masih bekerja di daerah aktif,
bentuk sinyal keluarannya akan sama persis dengan sinyal input. Namun penguat
kelas A ini memiliki efisiensi yang rendah kira-kira hanya 25% - 50%. Ini tidak
lain karena titik Q yang ada pada titik A, sehingga walaupun tidak ada sinyal
input (atau ketika sinyal input = 0 Vac) transistor tetap bekerja pada daerah aktif
dengan arus bias konstan. Transistor
selalu aktif (ON) sehingga sebagian besar dari sumber catu daya terbuang
menjadi panas. Karena ini juga transistor penguat kelas A perlu ditambah dengan
pendingin ekstra seperti heatsink yang lebih besar.
Analisa rangkaian :
C1 pada rangkaian tersebut digunakan sebagai kapasitor coupling. Fungsinya
untuk membatasi arus DC yang akan memasuki rangkaian ini.Rb1 dan Rb2 digunakan
sebagai penghasil Vb. Pada penguat kelas A, Vb yang dihasilkan harus > 0,7 V
(yaitu Vbe). Rc (Lc) digunakan untuk menghasilkan Vce. Re digunakan untuk
menstabilkan suhu transistor. Ce digunakan untuk mem bypass atau menghilangkan
arus AC.

d.
Aplikasi Penguat Daya Kelas A dan Contoh soal
Contoh dari penguat kelas A adalah adalah rangkaian
dasar common emiter (CE) transistor. Penguat tipe kelas A dibuat dengan
mengatur arus bias yang sesuai di titik tertentu yang ada pada garis bebannya.
Sedemikian rupa sehingga titik Q ini berada tepat di tengah garis beban kurva VCE-IC
dari rangkaian penguat tersebut dan sebut saja titik ini titik A. Gambar
berikut adalah contoh rangkaian common emitor dengan transistor NPN Q1.
Garis beban pada penguat ini ditentukan oleh resistor
Rc dan Re dari rumus VCC = VCE + IcRc + IeRe. Jika Ie = Ic maka dapat
disederhanakan menjadi VCC = VCE + Ic (Rc+Re). Selanjutnya pembaca dapat
menggambar garis beban rangkaian ini dari rumus tersebut. Sedangkan resistor Ra
dan Rb dipasang untuk menentukan arus bias. Pembaca dapat menentukan sendiri
besar resistor-resistor pada rangkaian tersebut dengan pertama menetapkan
berapa besar arus Ib yang memotong titik Q.
Besar arus Ib biasanya tercantum pada datasheet
transistor yang digunakan. Besar penguatan sinyal AC dapat dihitung dengan
teori analisa rangkaian sinyal AC. Analisa rangkaian AC adalah dengan
menghubung singkat setiap komponen kapasitor C dan secara imajiner
menyambungkan VCC ke ground. Dengan cara ini rangkaian gambar-1dapat dirangkai
menjadi seperti gambar-3. Resistor Ra dan Rc dihubungkan ke ground dan semua
kapasitor dihubung singkat.
Dengan adanya kapasitor Ce, nilai Re pada analisa
sinyal AC menjadi tidak berarti. Pembaca dapat mencari lebih lanjut literatur
yang membahas penguatan transistor untuk mengetahui bagaimana perhitungan nilai
penguatan transistor secara detail. Penguatan didefenisikan dengan Vout/Vin =
rc / re`, dimana rc adalah resistansi Rc paralel dengan beban RL (pada penguat
akhir, RL adalah speaker 8 Ohm) dan re` adalah resistansi penguatan transitor.
Nilai re` dapat dihitung dari rumus re` = hfe/hie yang datanya juga ada di
datasheet transistor. Gambar-4 menunjukkan ilustrasi penguatan sinyal input
serta proyeksinya menjadi sinyal output terhadap garis kurva x-y rumus
penguatan vout = (rc/re) Vin.


B. Penguat Daya Kelas B
a.
Pengertian Penguat Daya Kelas B
Penguat Kelas B adalah rangkaian penguat daya yang
kerjanya berdasarkan tegangan bias dari sinyal input yang masuk. penguat kelas
B bekerja dengan titik operasi yang terletak pada ujung kurva karakteristik
(titik cut off), sehingga daya operasi tenang (quescent power)-nya sangat
kecil.
Dalam kondisi
tidak ada sinyal input maka penguat kelas B berada dalam kondisi OFF dan baru
bekerja jika ada sinyal input dengan level diatas 0.6Volt (batas tegangan bias
transistor). Penguat kelas B mempunyai efisiensi yang tinggi karena baru
bekerja jika ada sinyal input. Namun karena ada batasan tegangan 0.6 Volt maka
penguat kelas B tidak bekerja jika level sinyal input dibawah 0.6Volt. Hal ini
menyebabkan distorsi (cacat sinyal) yang disebut distorsi cross over, yaitu
cacat pada persimpangan sinyal sinus bagian atas dan bagian bawah.
Penguat kelas B ini memanfaatkan teknik push-pull
yaitu dua transistor yang bekerja saling komplementer. Kedua transistor
tersebut berbeda tipe, namun karakteristiknya sama atau matched. Keluaran
push–pull atau tarik–ulur adalah sebuah sirkuit elektronik yang dapat
menggerakkan baik arus positif ataupun negatif kepada beban. Keluaran push–pull
adalah standar untuk logika digital TTL dan CMOS serta beberapa jenis penguat,
dan biasanya terbuat dari pasangan transistor komplementer, salah satu
membenamkan arus dari beban ke catu negatif, sedangkan yang lainnya menyuplai
arus dari catu positif ke beban. Didalam aplikasinya, Penguat Kelas B adalah
rangkaian penguat daya dengan 2 transistor yang mempunyai keuntungan-keuntungan
penguatan daya maks turun menjadi seperlima dari daya beban dan aliran arus
tanpa sinyal menjadi sekitar satu persen dari IC(saturasi).
Keuntungan pertama sangat penting terutama jika
diperlukan daya beban yang besar misalnya pada pemancar komunikasi, keuntungan
kedua penting dalam sistem tenaga dengan baterei. Dalam rangkaian penguat kelas
B, transistor berada dalam daerah aktif untuk setengah perioda. Selama setengah
perioda yang lain, transistor tersebut cut-off. Ini artinya arus kolektor
mengalir untuk 180° dalam tiap transistor pada rangkaian penguat kelas B.
Dengan kondisi seperti ini, maka ketika tidak ada sinyal masukan, maka transistor
tidak mengkonsumsi arus listrik. Penguat jenis ini dikenal juga sebagai penguat push-pull karena kerja dari pasangan
transistor adalah bergantian. Penguat ini diterapkan sebagai penguat akhir,
atau penguat sinyal besar. Ketika Vin berada dalam fasa positif maka hanya transistor NPN yang ON,
sedangkan ketika sinyal Vin berada dalam fasa negatif maka hanya transistor PNP
yang ON. Akan tetapi karena bias tegangan transistor berasal dari sinyal Vin, maka sinyal ini akan
terpotong oleh tegangan VBE, sehingga sinyal keluarannya akan mengalami
kecacatan (distorsi)
b.
Cara Kerja Penguat Daya Kelas B
Penguat ini diwujudkan dengan merangkai sepasang
transistor komplemen seperti pada Gambar Penguat Daya Kelas A ,Berbeda dengan
penguat kelas A, titik beban transistor penguat kelas B diletakkan pad titik B
(titik cut-off). Dengan kondisi seperti
ini, maka ketika tidak ada sinyal masukan, maka transistor tidak mengkonsumsi
arus listrik. Penguat jenis ini dikenal juga sebagai penguat push-pull karena
kerja dari pasangan transistor adalah bergantian. Penguat ini diterapkan
sebagai penguat akhir, atau penguat sinyal besar. Ketika Vin berada dalam fasa
positif maka hanya transistor NPN yang ON, sedangkan ketika sinyal Vin berada
dalam fasa negatif maka hanya transistor PNP yang ON. Akan tetapi karena bias
tegangan transistor berasal dari sinyal Vin, maka sinyal ini akan terpotong
oleh tegangan VBE, sehingga sinyal keluarannya akan mengalami kecacatan
(distorsi).
c.
Bentuk Rangkaian Penguat Daya Kelas B
Gambar sinyal dan penjelasan:
Analisa
rangkaian :
C2 dan C3 pada rangkaian tersebut digunakan sebagai kapasitor coupling.
Fungsinya untuk membatasi arus DC yang akan memasuki dan keluar rangkaian
ini.Rb1 dan Rb2 digunakan sebagai penghasil Vb. Pada penguat kelas B, Vb
yang dihasilkan harus = 0,7 V (yaitu Vbe). R3 (Lc) digunakan untuk menghasilkan Vce.
d.
Aplikasi Penguat Daya Kelas B dan Contoh Soal
Penguat kelas B cocok dipakai pada penguat akhir
sinyal audio karena bekerja pada level tegangan yang relatif tinggi (diatas 1
Volt). Dalam aplikasinya, penguat kelas B menggunakan sistem konfigusi
push-pull yang dibangun oleh dua transistor. Penguat Kelas B tunggal jarang
dipergunakan dalam praktik, meskipun dapat dimanfaatkan sebagai penguat daya
frekuensi radio (RF) yang tidak terlalu
Memperhatikan cacat yang timbul.

C. Penguat Daya Kelas AB
a.
Pengertian Penguat Daya AB
Penguat Daya Kelas AB sebenarnya hsmpir sama dengan
penguat daya B. perbedaannya hanya terletak pada pemasangan diode pada masing-
masing basis dari kedua transistor untuk kelas AB. Penguat daya AB dibuat
dengan tujuan untuk: membentuk penguat sinyal yang tidak cacat (distorsi) dari
penguat kelas A, untuk mendapatkan efisiensi data yang lebih baik,untuk
mengatasi cacat silang atau crossover distortion pda penguat kelas B.
Karakteristik penguat daya kelas AB:
·
Letak titik Q berada diantara penguat kalas A dan B.
·
Linearitas paling jelek
·
Efisiensi sekitar 75%
·
Terdapat pemotongan sinyal < 180
·
Untuk mencegah pemotongan sinyal dilakukan konfigurasi
push-pull
·
Pada penguat push-pull terjadi fenomena gumming
(penggemukan sinyal)
b.
Cara Kerja Penguat Daya AB
Titik kerja penguat kelas AB berada diantara titik
kerja penguat kelas A dan titik kerja penguat kelas B, sehingga Penguat kelas AB dapat menghasilkan
penguat sinyal yang tidak distorsi seperti pada penguat kelas A dan mendapatkan
efisiensi daya yang lebih tinggi seperti pada penguat kelas B. Penguat Kelas AB
menguatkan sinyal dari 180° hingga 360° dengan efisiensi daya dari 25% hingga
78,5%..
c.
Bentuk Rangkaian Penguat Daya Kelas AB



Dari gambar 3 di atas kedua transistor dipasang secara
seri, dengan demikian arus yang mengalir (Ic) besarnya sama. Karena transistor
NPN dan PNP yang digunakan memiliki sifat yang sama pula sehingga tegangan VCE
transistor juga sama dimana besarnya nilai tegangan VCE adalah setengah dari
tegangan sumber. Penjabarannya sebagai berikut:
2 VCE = VCC
VCE = VCC/2
VCEQ = VCC/2
d.
Aplikasi Penguat Daya Kelas AB dan Contoh Soal
Rangkaian penguat akhir pada sistem audio
berfungsi sebagai penguat daya. Maka dari itu penguat akhir disebut juga
penguat daya. Rangkaian penguat daya terdiri dari penguat tegangan dan penguat
arus. Bagian penguat akhir pada sistem audio terdiri dari 2 bagian yaitu driver
berupa rangkaian penguat tegangan dengan penguatan yang besar. Agar mencapai
efisiensi kerja yang besar maka pengaturan kerjanya pada klasifikasi kelas AB
mendekati kelas B. Rangkaian penguat daya dibuat kelas AB agar mencegah
terjadinya cacat silang (cross over distortion).
D.
Penguat Daya Kelas C
a.
Pengertian Penguat
daya Kelas C
Penguat Kelas B perlu
2 Transitor untuk bekerja dengan baik maka ada penguat yang disebut dengan
kelas C yang hanya perlu 1 trasnsistor, ada beberapa aplikasi yang hanya membutuhkan
1 phase positif saja. Contohnya adalah pendeteksi dan penguat frekuensi pilot,
Rangkaian penguat tuner RF , Penguat kelas C dapat
menghasilkan daya bebanyang lebih banyak daripada penguat kelas B. Tetapi,
untukmemperkuat gelombang sinus, penguat itu harus ditalapada frekuensi
gelombang sinusoidal tersebut. Olehkarena itu rangkaian penguat kelas C tertala
disebutrangkaian pita sempit (narrowband circuit); penguat kelas C ini hanya
dapat memperkuat frekuensi resonansi danfrekuensi-frekuensi yang berada di
dekatnya. Untukmenghindari akan kebutuhan induktor dan kapasitor yangbesar pada
rangkaian resonansi, penguat kelas C selalu beroperasi pada frekuensi radio
(radio frequency, RF).Frekuensi-frekuensi ini berada di atas 20 kHz.
Dengandemikian, walaupun penguat kelas C merupakan penguatyang paling efisien,
penguat ini hanya berguna padapemakaian-pemakaian RF pita sempit saja.
b. Cara Kerja Penguat Daya Kelas C
Daerah di mana arus
kolektor yang mengalirkurang daripada 180o siklus ac disebut daerah Penguat
Kelas C. Hal ini berarti bahwa arus kolektor Penguat Kelas C tidak sinosuidal,
karena arus mengalir dalam bentuk pulsa Untukmenghindari distorsi yang
disebabkan oleh bebanyang yang bersifat tahanan murni, Penguat Kelas C selalu
menggerakkan rangkaian bejana resonansi. Cara ini menghasilkan tegangan
keluarberupa tegangan sinusoidal. Penyalaan
diode emitter sesaat pada setiappuncak positif menghasilkan pulsa-pulsa
aruskolektor yang sempit. Dengan pulsa-pulsaseperti ini, tepat sekali digunakan
siklus kerja,yang ditetapkan sebagai:

c. Bentuk Rangkaian Penguat Daya Kelas C
Gambar sinyal dan penjelasan:
Karakteristik Penguat kelas C :
·
Efisiensi : η = 85%,
15% panas
·
Linieritas paling
jelek
·
Ada pemotongan sinyal
>180o
Penguat kelas C mirip
dengan penguat kelas B, yaitu titik kerjanya berada di daerah cut-off
transistor. Bedanya adalah penguat kelas C hanya perlu satu transistor untuk
bekerja normal tidak seperti kelas B yang harus menggunakan dua transistor
(sistem push-pull). Hal ini karena penguat kelas C khusus dipakai untuk
menguatkan sinyal pada satu sisi atau bahkan hanya puncak-puncak sinyal saja.
Penguat kelas C tidak
memerlukan fidelitas, yang dibutuhkan adalah frekuensi kerja sinyal sehingga
tidak memperhatikan bentuk sinyal. Penguat kelas C dipakai pada penguat
frekuensi tinggi. Pada penguat kelas C sering ditambahkan sebuah rangkaian
resonator LC untuk membantu kerja penguat.
d. Aplikasi Penguat Daya Kelas C dan Contoh soal
Penguat Kelas B perlu
2 Transitor untuk bekerja dengan baik maka ada penguat yang disebut dengan
kelas C yang hanya perlu 1 trasnsistor, ada beberapa aplikasi yang hanya
membutuhkan 1 phase positif saja. Contohnya adalah pendeteksi dan penguat
frekuensi pilot, Rangkaian penguat tuner RF
Contoh soal Pada
gambar 12.27 sinyal input memiliki Vpp sebesar 10V. Sinyal negatif dijepit di
dasar transistor dengan puncak positif +0,7V dan puncak negatif -9,3V.
Rata-rata tegangan dasar adalah -4,3V yang dapat diukur dengan impedansi tinggi
dc voltmeter

Jika sinyal memiliki frekuensi ini rangkaian
penguat kelas c akan menguatkan sinyal input. Pada gambar 12.27 sinyal input
memiliki Vpp sebesar 10V. Sinyal negatif dijepit di dasar transistor dengan
puncak positif +0,7V dan puncak negatif -9,3V. Rata-rata tegangan dasar adalah
-4,3V yang dapat diukur dengan impedansi tinggi dc voltmeter. Gambar 12.7
contoh Sinyal kolektor dibalik karena hubungan C dan E. Rata-rata tegangan
gelombang kolektor adalah 15V, tegangan supply. Sehingga tegangan kolektor peak
to peak adalah 30V. Tegangan ini adalah penggabungan kapasitivitas beban
resistansi tegangan output final memiliki tegangan puncak +15V dan -15V. Kita
harus menentukan untuk apa penguat tersebut dibuat atau digunakan. Dalam hal
ini kami akan menggunakan untuk komunikasi radio antar penduduk. Pada 1 Agustus
2004.
Untuk mengetahui
nilai L dan C maka kita harus menentukan salah satu nilai dari kedua komponen
tersebut. Kami memilih untuk menentukan nilai L karena umumnya dalam pembuatan
rangkaian resonansi yang terlebih dahulu ditentukan nilainya ialah induktor.
Kami menentuka L = 0,1 µH, sedangkan rumus untuk mencari nilai 0,1 µH menurut
Chris Bowick “RF Circuit Design”,18 ialah:




BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
fungsi transistor
sebagai penguat yaitu khususnya penguat
kelas A, B dan C. Penguat tipe A, B dan C memiliki ciri sendiri-sendiri baik
dari baik dari segi fisik maupun
fungsinya, walaupun pada kenyataanya sama-sama sebagai penguat. Makalah ini akan memberikan gambaran
secara umum mengenai transistor sebagai
penguat kelas A, B dan C. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari sempurna, oleh sebab itu kritik dan saran yang membangun dari berbagai
pihak sangat kami harapkan
DAFTAR PUSTAKA










