MAKALAH
SCHRODINGER
DAN APLIKASINYA
DAFTAR
ISI
Halaman
DAFTAR
ISI .............................................................................................. 2
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang ....................................................................... 3
B.
Rumusan Masalah ................................................................ 4
C.
Tujuan ..................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN
A.
Persamaan Schrodinger......................................................... 5
B.
Persamaan Gelombang Schrodinger untuk atom hydrogen 7
C.
Aplikasi Persamaan Schrodinger dalam satu dimensi......... 8
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan ............................................................................. 13
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................. 14
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Pada awalnya orang menganggap materi (zat)
bersifat kontinu. Tetapi hasil penemuan berikutnya seperti penemuan muatan
elementer melalui percobaan simpangan sinar katoda membuat para ilmuwan mulai
memikirkan bahwa materi bersi;at diskrit. lalu konsep atom muncul karena rasa
ingin tahu terhadap struktur zat. Struktur zat berarti Komponen – Komponen dan
hubungan antar Komponen yangmembentuk zat tersebut.
Penjelasan Rutherford tentang penerapan
mekanika Newton pada model atom, dimana elektron diandaikan melakukan gerak
mengelilingi atom, seperti planet mengelilingi matahari. -alam gerak itu elektron
mengalami percepatan sentrifugal. gambaran ini dapat disimpulkan bahwa elektron
pada atom tidak stabil. karena mengalami perepatan maka elektron akan memancarkan
gelombang elektro magnetik. energi pancaran ini akan mengurangi energi total elektron
sehingga jari-jari elektron akan mengecil. karena adanya pancaran gelombang
elektro magnetik maka spektrum panjang gelombang yang dipancarkan adalah
spektrum yang kontinu.
Namun dalam konsep mekanika modern
menganggap bahwa di dalam atom terdapat kestabilan. hal ini didukung oleh percobaan
yang dilakukan oleh J.J Balmer pada tahun 1855 yang bereksperimen tentang
pemanasan gas hidrogen pada beda potensial tinggi yang menghasilkan spektrum
emisi diskrit, dan juga ditambahkan dengan teori atom Bohr yang menyatakan
bahwa elektron memiliki kestabilan.
Penjelasan mengenai struktur atom yang
lebih lengkap diperlukan untuk mengetahui struktur yang lebih detail tentang
elektron di dalam atom. Model atom yang lebih lengkap harus dapat menerangkan efek
Zeeman dan sesuai untuk atom berelektron banyak. Zeeman merupakan terpecahnya
satu garis spektrum atomik yang dialiri arus listrik melalui gas dalam sebuah
tabung menjadi beberapa garis di dalam medan magnet. 1erikut adalah gambar
pemisahan garis spektrumatomik di dalam medan magnet

B. Rumusan
Masalah
a)
Apa
yang dimaksud dengan Persamaan Schrodinger
b)
Bagaimana
Persamaan Gelombang Schrodinger untuk atom hydrogen
C. Tujuan
Penulisan
Berdasarkan Rumusan
Masalah Tujuan Penulisan Makalah
Schrodinger adalah :
a)
Menjelaskan
pengertian Persamaan Schrodinger
b)
Menjelaskan
Bagaimana Persamaan Gelombang Schrodinger untuk Atom Hydrogen
c)
Menjelaskan
Aplikasi Persamaan Schrodinger dalam satu dimensi
BAB II
PEMBAHASAN
A. Persamaan
Schrodinger
Erwin Schrodinger (1887 – 1961) merumuskan teori mekanika gelombang, yang
menggambarkan perilaku partikel kecil yang membentuk segi materi gelombang.
Pembuktian mekanika gelombang, schrodinger meneruskan penemuan Louis de Broglie
yaitu elektron atau partikel memiliki sifat gelombang yang tidak memiliki posisi
tertentu di dalam ruang. Persamaan dinamika Newton yang sedianya untuk
menjelaskan gerak elektron digantikan oleh persamaan schrodinger yang
menyatakan fungsi gelombang untuk elektron. ntuk model atom pada prinsip ini
disebut model atom mekanika kuantum.
Persamaan Schrodinger menghasilkan seperangkat fungsi keadaan yang
bergantung pada tiga bilangan kuantum n, l, m
dinyatakan
maps out probabilitas lokasi elektron. fungsi ini
ditunjukkan sebagai orbital- orbital

Posisi dan keberadaan elektron di dalam atom dinyatakan sebagai peluang terbesar
elektron di dalam atom. Pada gambar atom diatas,
electron mengandung tiga bilangan kuantum yang jika ditentukan akan
diperoleh hasil berupa orbital. ketiga bilangan kuantum ini adalah bilangan kuantum
utama,Orbital, dan Magnetik,
menggambarkan
rapatan muatan elektron atau peluang menemukan elektron pada suatu titik dalam
atom. ketiganya digambarkan dalam proyeksi 3 Dimensi ;
di sekitar titik

adalah Konjugat
dari
jadi persamaan Schrodinger
tidak menentukan posisi elektron melainkan memberikan probabilitas bahwa ia
akan ditemukan di sekitar posisi tertentu. kita juga tidak dapat mengatakan secara
pasti bagaimana elektron bergerak sebagai fungsi waktu karena posisi dan
momentum elektron dibatasi oleh prinsip ketidakpastian Heisenberg. Persamaan gelombang partikel (misalnya elektron) yang bergerak dalam satu
arah (misalnya arah X) diberikan oleh:
m adalah massa elektron, V adalah energi potensial
sistem sebagai fungsi koordinat, dan
adalah fungsi gelombang. Contoh paling sederhana
persamaan schrodinger adalah sistem satu elektron dalam potensial kotak satu
dimensi. Misalkan enegi potensial V elektron yang terjebak dalam kotak
(Panjangnya A) adalah 0 dalam kotak (0 < x < a ) dan di luar kotak.
Persamaan Schrodinger didalam kotak menjadi:

Persamaan berikut akan didapatkan sebagai penyelesaian
persamaan - persamaan diatas:
Perlu diingat bahwa n
muncul secara otomatis. Persamaan gelombang
sendiri tidak memiliki makna
fisik. kuadrat nilai absolut
merupakan indikasi matematis keboleh
jadian menemukan elektron dalam posisi tertentu, dan dengan demikian sangat
penting sebab nilai ini berhubungan dengan kerapatan elektron.Bila keboleh jadian
menemukan elektron pada posisi tertentu diintegrasikan di seluruh ruang aktif,
hasilnya harus bernilai satu, atau secara metematis:
energinya (nilai eigennya) adalah
jelas banhwa energ ipartikel diskontinyu.
Perbedaan pokok antara
mekanika klasik dengan mekanika kuantum terletak pada cara penggambarannya. dalam
mekanika klasik, masa depan partikel dapat ditentukan berdasarkan keadaan awal
(Kedudukan awal, Momentum awal). serta gaya-gaya yang
bekerja padanya melalui hukum kedua Newton. Artinya dengan menyelesaikan secara
matematis dari hukum kedua Newton, maka bisa diketahui dengan pasti kedudukan
dan momentum partikel untuk setiap saat dalam mekanika kuantum ketentuan
tentang keadaan masa depan partikel seperti pada mekanika klasik tidak mungkin
diperoleh, karena kedudukan dan momentum awal tidak dapat diperoleh dengan
ketelitian yang cukup. Dimungkinkan untuk memperluas metoda
yang digunakan dalam potensial kotak satu dimensi ini untuk menangani atom
hidrogen dan atom mirip hidrogen secara umum. untuk keperluan ini, persamaan
satu dimensi harus diperluas dengan persamaan tiga dimensi :

B.
Persamaan Gelombang Schrodinger untuk atom hydrogen
Model atom Bohr telah
memberikan gambaran mental yang sangat bermanfaat mengenai struktur sebuah atom.
Banyak gambaran tentang atom yang dapat dijelaskan berdasarkan orbit -orbit Bohr.
Bahkan model ini sangat mengesankan dengan gagasan baru tentang energi diskret
dan keadaan mantap suatu atom.
Meskipun model atom Bohr
berhasil menerangkan banyak aspek dari gejala atom, model ini masih mempunyai
beberapa kelemahan. Model ini tidak bisa
menjelaskan tentang hasil pengamatan bahwa garis spektum ternyata bukan merupakan
garis tunggal, melainkan terdiri dari dua atau lebih garis spektrum yang
jaraknya sangat berdekatan. -engan menggunakan model ini, kita dapat menghitung
energi spektrum dengan teliti, tetapi kita tidak dapat menghitung intensitasnya.
Hasil pengamatan bahwa
kebanyakan garis spektrum ternyata bukan merupakan garis tunggal, melainkan
terdiri atas dua atau lebih garis spektrum yang jaraknya sangat berdekatan
menunjukkan adanya subtingkat energi yang sangat berdekatan dalam tingkat-tingkat
energi utama. Untuk menjelaskan kenyataan ini, Erwin Schrodinger (1887 – 1961),
mengemukakan
suatu pendekatan baru yang dikenal dengan mekanika gelombang. Berbeda dengan Bohr
yang melakukan percobaan dengan electron-elektron partikel, Schrodinger
memperlakukan electron-elektron tersebut sebagai gelombang de Broglie.
C.
Aplikasi Persamaan Schrodinger dalam
satu dimensi
Kotak Potensial Satu Dimensi dan Keadaan Dasar
Sumur Potensial adalah daerah yang tidak mendapat
pengaruh potensial. Hal ini berarti bahwa partikel selama berada dalam sumur
potensial, merupakan electron bebas. kita katakan bahwa electron terjebak di
sumur potensial, dan kita anggap bahwa dinding potensial sangat tinggi menuju
, atau kita katakan sumur potensial sangat dalam. dalam gambar berikut
kita akan menggambarkan sumur potensial. Daerah I dan daerah III adalah
daerah-daerah dengan
, Sedangkandi daerah II, yaitu antara 0 dan L, V = Kita katakan bahwa lebar sumur potensialini
adalah L.

Pada sumur potensial
yang dalam, daerah I dan III adalah daerah dimana kemungkinan berada elektron
bisa dianggap nol
Sedangkan pada daerah dua kita dapat memberi
spesifikasi pada gerak partikeldengan mengatakan bahwa gerak itu terbatas pada
gerak sepanjang sumbu- x antara X= 0
dan X
= L disebabkan oleh dinding keras tak berhingga. Sebuah partikel tidak akan
kehilangan energinya jika bertumbukan dengan dinding, energi totalnya tetap
konstan. Dari pernyataan tersebut maka energi potensial V
dari partikel itu menjadi tak hingga di kedua sisi sumur, sedangkan V konstan
di dalam sumur, dapat dikatakan V=0 seperti yang terlihat pada gambar di atas,
karena partikel tidak bisa memiliki
energi tak hingga, maka partikel tidak mungkin ditemukan di luar sumur,
sehingga fungsi gelombang
Maka yang perlu dicari adalah nilai
di dalam sumur, yaitu antara X= 0 dan X =L. PersamaanSchrodinger bebas waktu adalah:

Pemecahan ini belum
lengkap, karena belum ditentukan nilai A dan B, juga belum menghitung nilai
energi E yang diperkenankan. Untuk menghitungnya,akan diterapkan persyaratan
bahwa
harus kontinu pada setiap batas dua
bagian ruang. Dalam hal ini, akan dibuat syarat bahwa pemecahan untuk X < 0
dan X > 0 brnilai sama di X = 0 begitu pula pemecahan untuk X < L dan
X> L haruslah bernilai sama dengan X = L. untuk X < 0 jadi harus
mengambil 

Disini ada dua pemecahan yaitu A = 0 yang
memberikan
dan
yang berarti
bahwa dalam sumur tidak terdapat partikel atau sin KL = 0 maka yang benar jadi

Dari persamaan tersebut diperoleh bahwa energi partikel
mempunyai hargatertentu yaitu harga eigen. Harga eigen ini membentuk tingkat
energisitas yaitu:

Energi yang kita tinjau disini berbeda dengan energi Born,
dimana pada energi Born menyatakan energi tingkat atomic, sedangkan tingkat
energi pada persamaan Schrodinger menyatakan tingkat energi untuk elektron, fungsi
gelombang sebuah partikel didalam sumur yang berenergi
adalah :
Untuk memudahkan
yang
mana tampak bahwa unit energi ini ditentukan oleh massa partikel dan lebar
sumur
dan demikian partikelnya hanya dapat ditemukan dengan energi
dan seterusnya.
Karena dalam kasus ini energi yang diperoleh hanya pada laju tertentu yang
diperkenankan dimiliki partikel. Ini sangat berbeda dengan kasus
klasik,misalnya manik-manik (yang meluncur tanpa gesekan sepanjang kawat dan menumbuk
kedua dinding secara secara elastik) dapat diberi sembarang kecepatan awal dan
akan bergerak selamanya, bolak-balik, dengan laju tersebut.
Dalam kasus kuantum hal ini tidaklah mungkin, karena
hanya laju awal tertentu yang dapat memberikan keadaan gerak tetap, keadaan
gerak khusus ini
disebut keadaan “stasioner” karena ketergantungan pada
waktu yang dilibatkan untuk membuat
tidak bergantung waktu. Hasil pengukuran energi sebuah
partikel dalam sebuah sumur potensialharus berada pada salah satu keadaan
stasioner, hasil yang lain tidaklah mungkin.Pemecahan bagi
belum
lengkap, karena belum ditentukan tetapan A. untuk menentukannya ditinjau
kembali persyarata normalisasi yaitu
karena
kecuali
sehingga berlaku
:

Dalam gambar di bawah ini akan dilukiskan berbagai
tingkat energi,fungsi gelombang dan rapat probabilitas
yang mugkin untuk beberapakeadaan terendah. keadaan energi
terendah, yaitu pada n = 1 dikenal sebagaikeadaan dasar dan keadaan dengan
energi yang lebih tinggi (n>1) dikenalsebagai keadaan eksitasi.

kita lihat di sini bahwa energi elektron mempunyai
nilai-nilai tertentuyang diskrit, yang ditentukan oleh bilangan bulat n.Bila
diskrit ini terjadi karena pembatasan yang harus dialami oleh
yaitu bahwa ia harus berada dalam sumur potensial. ia harus bernilai nol di
batas-batas dinding potensial dan hal itu akan terjadi bila lebar sumur
potensial L sama dengan bilangan bulat kali setengah panjang gelombang. Jika
tingkat energi untuk n = 1 kita sebut tingkat energi yang pertama, maka tingkat
energi yang kedua pada n =2 , tingkat energi yang ketiga pada n =3 dan
seterusnya. Jika kita kaitkan dengan bentuk gelombangnya, dapat kita katakan
bahwa tingkat-tingkat energi tersebut sesuai dengan jumlah titik simpul
gelombang. Dengan demikian maka diskritisasi energi elektron terjadi secara
wajar melalui pemecahan persamaan Schodinger.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Persamaan gelombang materi Schrodinger untuk elektron
yang bergerak mengelilingi inti atom hidrogen dalam sistem koordinat kartesian (dengan
energi potensial listrik). Schrodinger merumuskan teori mekanika gelombang,
yang menggambarkan perilaku partikel kecil yang membentuk segi materi gelombang.
Pada intinya Schrodinger menggambarkan besar energi perilaku partikel yaitu
bersumber dari mekanika Newton yang kedua sukunya dikalikan dengan fungsi gelombang,
DAFTAR
PUSTAKA
If you're trying to lose fat then you absolutely need to get on this brand new personalized keto diet.
BalasHapusTo create this keto diet, certified nutritionists, fitness couches, and top chefs have joined together to develop keto meal plans that are productive, painless, price-efficient, and fun.
Since their first launch in early 2019, 100's of people have already completely transformed their figure and health with the benefits a professional keto diet can offer.
Speaking of benefits: in this link, you'll discover eight scientifically-tested ones provided by the keto diet.