Jumat, 25 Mei 2018

Makalah Penguat Daya Kelas A, B C dan AB


MAKALAH
PENGUAT DAYA
(KELAS A, B, AB dan C)



























DAFTAR ISI

                                                                                                            Halaman
DAFTAR ISI ................................................................................................      2  
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ........................................................................      4
B.     Rumusan Masalah .................................................................       5
C.    Tujuan .....................................................................................      5
BAB II PEMBAHASAN
A.    Penguat Daya Kelas A
a.  Pengertian Penguat Daya Kelas A.........................................        6
b. Cara Kerja Penguat Daya Kelas A........................................        7
c.  Bentuk Rangkaian Penguat Daya Kelas A.............................        7
d. Aplikasi Penguat Daya Kelaas A dan contoh soal .................        10
B.     Penguat Daya Kelas B
a.      Pengertian Penguat Daya Kelas B ......................................      12
b.      Cara Kerja Penguat Daya Kelas B......................................      13
c.       Bentuk Rangkaian Penguat Daya Kelas B...........................      13
d.      Aplikasi Penguat Daya Kelas B dan Contoh Soal................      14
C.    Penguat Daya Kelas AB
a.      Pengertian Penguat Daya Kelas AB......................................      15
b.      Cara Kerja Penguat Daya Kelas AB.....................................     16
c.       Bentuk Rangkaian Penguat Daya Kelas AB.........................     16
d.      Aplikasi Penguat Daya Kelas AB dan Contoh soal .............      17
D.    Penguat Daya Kelas C
a.      Pengertian Penguat Daya Kelas C.........................................      18
b.      Cara Kerja Penguat Daya Kelas C........................................      18
c.       Bentuk Rangkaian Penguat Daya Kelas C............................     19
d.      Aplikasi Penguat Daya Kelas C dan Contoh Soal ..........  20

BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan ..............................................................................      24
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................      25



BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Istilah penguatan pada dasarnya berarti membuat menjadi lebih kuat. Dalam bidang elektronika maka yang diperkuat adalah amplitudo dari sinyal. Untuk mengerti bagaimana penguat bekerja perlu dimengerti dua tipe penguatan yang utama yaitu :
1. Penguat tegangan yaitu penguat yang menguatkan tegangan dari sinyal masukan
2. Penguat arus yaitu penguat yang menguatkan arus dari sinyal masukan.
Sedangkan penguat daya yaitu kombinasi dari dua tipe penguat di atas. Meskipun pada kenyataannya semua penguat adalah penguat daya karena tegangan tidak akan ada tanpa adanya daya kecuali jika impedansinya tak terhingga.Penguat daya bertujuan untuk meningkatkan daya sinyal output. Pada mata kuliah elektronika ini, diterapkan sebagai penguat daya pada speaker. Pada penguat daya ini, tegangan output diatur sama dengan tegangan input DC. Sedangkan nilai arusnya yang diubah-ubah. Pengubahan arus output lebih mudah daripada pengubahan tegangan output. Dan rentang tegangan yang bisa diaplikasikan jauh lebih kecil daripada rentang arus. Oleh karena itu bisa jadi, arus yang diperlukan sangat besar sehingga dalam memilih transistor harus disesuaikan dengan kebutuhan arus. Apabila arus yang dibutuhkan sangat besar sekali, maka dapat dipakai rangkaian transistor Darlington.
Transistor yang memiliki arus kolektor maksimum besar ( sekitar 1,5 A ), ternyata bentuk transistornya berbeda. Ada bagian tengahnya berlubang yang digunakan untuk ‘heat sink’. Heat sink digunakan agar komponen tidak cepat panas. Dengan pemasangan heat sink maka memperluas permukaan transistor sehingga panas semakin cepat terbuang ke udara. Harganya relatif sama dengan transistor daya kecil.
Efisiensi dari penguat daya didefinisikan sebagai perbandingan dari daya yang diterima beban dengan daya yang diberikan oleh catu daya. Macam macam Penguat Daya, Penguat daya diklasifikasikan menurut titik kerjanya. Titik kerja (titik Q) yaitu titik pada garis beban yang menggambarkan keadaan transistor saat tidak ada sinyal masukan. Menurut titik kerjanya penguat diklasifikasikan menjadi penguat klas A, B, AB, C ,D dan masih banyak lagi


B.     Rumusan Masalah
a)      Apa Yang di maksud dengan Penguat Daya Kelas A?
b)      Apa yang di maksud dengan Penguat Daya Kelas B ?
c)      Apa yang di maksud dengan Penguat Daya Kelas AB?
d)     Apa yang di maksud dengan Penguat Daya Kelas C?

C.    Tujuan Penulisan
Berdasarkan Rumusan Masalah  Tujuan Penulisan Makalah Penguat Daya adalah :
a)      Menjelaskan pengertian Penguat Daya Kelas A
b)      Menjelaskan pengertian Penguat Daya Kelas B  
c)      Menjelaskan pngertian Penguat Daya Kelas AB
d)     Menjelaskan pengertian Penguat Daya Kelas C


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Penguat Daya Kelas A
a.       Pengertian Penguat Daya Kelas A
Penguat Daya Kelas A adalah penguat yang titik kerja efektifnya setengah dari tegangan VCC penguat. Untuk bekerja penguat kelas A memerlukan bias awal yang menyebabkan penguat dalam kondisi siap untuk menerima sinyal. Karena hal ini maka penguat kelas A menjadi penguat dengan efisiensi terendah namun dengan tingkat distorsi (cacat sinyal) terkecil. Titik kerja diatur agar seluruh fasa sinyal input diatur sedemikian rupa sehingga seluruh fasa arus output selalu mengalir. Penguat ini beroperasi pada daerah linear.
Sistem bias penguat kelas A yang populer adalah sistem bias pembagi tegangan dan sistem bias umpan balik kolektor. Melalui perhitungan tegangan bias yang tepat maka kita akan mendapatkan titik kerja transistor tepat pada setengah dari tegangan VCC penguat. Penguat kelas A cocok dipakai pada penguat awal (pre amplifier) karena mempunyai distorsi yang kecil. Karakteristik:
1.      Memiliki efisiensi maksimum sebesar 25% - 50%. Sehingga dapat dikatakan bahwa penguat kelas A ini tidak terlalu efisien. Efisiensi yang rendah dari penguat kelas A ini dikarenakan unsur penguatnya diberi prategangan yang menyebabkan rangkaian penguat ini selalu menghantar meskipun tidak ada masukan, transistor tetap bekerja pada daerah aktif dengan arus bias yang konstan, dan  menyebabkan terjadinya pembuangan daya.
2.      Penguat kelas A ini digunakan untuk daya yang sedang atau kecil sebesar <10 watt. Jika digunakan untuk sinyal-sinyal kecil, rugi daya yang terjadi juga kecil sehingga dapat diterima.
3.      Penguat yang memiliki tingkat fidelitas yang tinggi. Asalkan sinyal masih bekerja di daerah aktif maka bentuk sinyal keluarannya akan sama persis dengan sinyal input. Jika sinyal tidak bekerja pada daerah aktif (daerah linear) maka sinyal input dan outputnya berbeda sebesar 180ᵒ.


b.      Cara Kerja Penguat Daya Kelas A
Penguat daya bertujuan untuk menguatkan daya sinyal output. Pada penguat ini, tegangan output diatur sama dengan tegangan input DC. Sedangkan nilai arusnya yang diubah-ubah. Pengubahan arus output lebih mudah daripada pengubahan tegangan output. Dan rentang tegangan yang bisa diaplikasikan jauh lebih kecil daripada rentang arus. Oleh karena itu bisa jadi, arus yang diperlukan sangat besar sehingga dalam memilih transistor harus disesuaikan dengan kebutuhan arus. Apabila arus yang dibutuhkan sangat besar sekali, maka dapat dipakai rangkaian transistor Darlington. Transistor selalu aktif (ON) sehingga sebagian besar dari sumber catu daya terbuang menjadi panas. Karena ini juga transistor penguat kelas A perlu ditambah dengan pendingin ekstra seperti heatsink yang lebih besar.

c.       Bentuk Rangkaian Penguat Daya Kelas A
Penguat kelas A dapat diwujudkan dengan rangkaian seperti Gambar dibawah ini:
                 Description: http://3.bp.blogspot.com/-zK5r_wmGu-8/TZf0MuKT7_I/AAAAAAAABD4/R60kdz4s_PY/s320/gambar%2B3-781943.JPGDescription: http://3.bp.blogspot.com/-8o4pTSVqYjU/TZf0MYhIzBI/AAAAAAAABDw/uCywLmB4ZQs/s320/gambar%2B2-780915.jpg

Rangakaian Tugang Transistor
Dari gambar diatas dapat diturunkan rumus sebagai berikut:

Ciri khas dari penguat kelas A, seluruh sinyal keluarannya bekerja pada daerah aktif. Penguat tipe kelas A disebut sebagai penguat yang memiliki tingkat fidelitas yang tinggi. Asalkan sinyal masih bekerja di daerah aktif, bentuk sinyal keluarannya akan sama persis dengan sinyal input. Namun penguat kelas A ini memiliki efisiensi yang rendah kira-kira hanya 25% - 50%. Ini tidak lain karena titik Q yang ada pada titik A, sehingga walaupun tidak ada sinyal input (atau ketika sinyal input = 0 Vac) transistor tetap bekerja pada daerah aktif dengan arus bias konstan.  Transistor selalu aktif (ON) sehingga sebagian besar dari sumber catu daya terbuang menjadi panas. Karena ini juga transistor penguat kelas A perlu ditambah dengan pendingin ekstra seperti heatsink yang lebih besar.
Analisa rangkaian :
C1 pada rangkaian tersebut digunakan sebagai kapasitor coupling. Fungsinya untuk membatasi arus DC yang akan memasuki rangkaian ini.Rb1 dan Rb2 digunakan sebagai penghasil Vb. Pada penguat kelas A, Vb yang dihasilkan harus > 0,7 V (yaitu Vbe). Rc (Lc) digunakan untuk menghasilkan Vce. Re digunakan untuk menstabilkan suhu transistor. Ce digunakan untuk mem bypass atau menghilangkan arus AC.Description: http://4.bp.blogspot.com/-gp-8vUOjeOg/TaUAsDlAE8I/AAAAAAAAB7I/rlXSB-Wni5E/s320/untitled-748434.bmp
Description: http://2.bp.blogspot.com/-a2N1L5YlthM/TaUAsQsBwuI/AAAAAAAAB7Q/k2NL8LVb_3g/s320/untitled1-749027.bmp


d.      Aplikasi Penguat Daya Kelas A dan Contoh soal
Contoh dari penguat kelas A adalah adalah rangkaian dasar common emiter (CE) transistor. Penguat tipe kelas A dibuat dengan mengatur arus bias yang sesuai di titik tertentu yang ada pada garis bebannya. Sedemikian rupa sehingga titik Q ini berada tepat di tengah garis beban kurva VCE-IC dari rangkaian penguat tersebut dan sebut saja titik ini titik A. Gambar berikut adalah contoh rangkaian common emitor dengan transistor NPN Q1.
Garis beban pada penguat ini ditentukan oleh resistor Rc dan Re dari rumus VCC = VCE + IcRc + IeRe. Jika Ie = Ic maka dapat disederhanakan menjadi VCC = VCE + Ic (Rc+Re). Selanjutnya pembaca dapat menggambar garis beban rangkaian ini dari rumus tersebut. Sedangkan resistor Ra dan Rb dipasang untuk menentukan arus bias. Pembaca dapat menentukan sendiri besar resistor-resistor pada rangkaian tersebut dengan pertama menetapkan berapa besar arus Ib yang memotong titik Q.
Besar arus Ib biasanya tercantum pada datasheet transistor yang digunakan. Besar penguatan sinyal AC dapat dihitung dengan teori analisa rangkaian sinyal AC. Analisa rangkaian AC adalah dengan menghubung singkat setiap komponen kapasitor C dan secara imajiner menyambungkan VCC ke ground. Dengan cara ini rangkaian gambar-1dapat dirangkai menjadi seperti gambar-3. Resistor Ra dan Rc dihubungkan ke ground dan semua kapasitor dihubung singkat.
Dengan adanya kapasitor Ce, nilai Re pada analisa sinyal AC menjadi tidak berarti. Pembaca dapat mencari lebih lanjut literatur yang membahas penguatan transistor untuk mengetahui bagaimana perhitungan nilai penguatan transistor secara detail. Penguatan didefenisikan dengan Vout/Vin = rc / re`, dimana rc adalah resistansi Rc paralel dengan beban RL (pada penguat akhir, RL adalah speaker 8 Ohm) dan re` adalah resistansi penguatan transitor. Nilai re` dapat dihitung dari rumus re` = hfe/hie yang datanya juga ada di datasheet transistor. Gambar-4 menunjukkan ilustrasi penguatan sinyal input serta proyeksinya menjadi sinyal output terhadap garis kurva x-y rumus penguatan vout = (rc/re) Vin.


B.     Penguat Daya Kelas B
a.       Pengertian Penguat Daya Kelas B
Penguat Kelas B adalah rangkaian penguat daya yang kerjanya berdasarkan tegangan bias dari sinyal input yang masuk. penguat kelas B bekerja dengan titik operasi yang terletak pada ujung kurva karakteristik (titik cut off), sehingga daya operasi tenang (quescent power)-nya sangat kecil.
 Dalam kondisi tidak ada sinyal input maka penguat kelas B berada dalam kondisi OFF dan baru bekerja jika ada sinyal input dengan level diatas 0.6Volt (batas tegangan bias transistor). Penguat kelas B mempunyai efisiensi yang tinggi karena baru bekerja jika ada sinyal input. Namun karena ada batasan tegangan 0.6 Volt maka penguat kelas B tidak bekerja jika level sinyal input dibawah 0.6Volt. Hal ini menyebabkan distorsi (cacat sinyal) yang disebut distorsi cross over, yaitu cacat pada persimpangan sinyal sinus bagian atas dan bagian bawah.
Penguat kelas B ini memanfaatkan teknik push-pull yaitu dua transistor yang bekerja saling komplementer. Kedua transistor tersebut berbeda tipe, namun karakteristiknya sama atau matched. Keluaran push–pull atau tarik–ulur adalah sebuah sirkuit elektronik yang dapat menggerakkan baik arus positif ataupun negatif kepada beban. Keluaran push–pull adalah standar untuk logika digital TTL dan CMOS serta beberapa jenis penguat, dan biasanya terbuat dari pasangan transistor komplementer, salah satu membenamkan arus dari beban ke catu negatif, sedangkan yang lainnya menyuplai arus dari catu positif ke beban. Didalam aplikasinya, Penguat Kelas B adalah rangkaian penguat daya dengan 2 transistor yang mempunyai keuntungan-keuntungan penguatan daya maks turun menjadi seperlima dari daya beban dan aliran arus tanpa sinyal menjadi sekitar satu persen dari IC(saturasi).
Keuntungan pertama sangat penting terutama jika diperlukan daya beban yang besar misalnya pada pemancar komunikasi, keuntungan kedua penting dalam sistem tenaga dengan baterei. Dalam rangkaian penguat kelas B, transistor berada dalam daerah aktif untuk setengah perioda. Selama setengah perioda yang lain, transistor tersebut cut-off. Ini artinya arus kolektor mengalir untuk 180° dalam tiap transistor pada rangkaian penguat kelas B. Dengan kondisi seperti ini, maka ketika tidak ada sinyal masukan, maka transistor tidak mengkonsumsi arus listrik. Penguat jenis ini dikenal juga sebagai  penguat push-pull karena kerja dari pasangan transistor adalah bergantian. Penguat ini diterapkan sebagai penguat akhir, atau penguat sinyal besar. Ketika Vin berada dalam fasa  positif maka hanya transistor NPN yang ON, sedangkan ketika sinyal Vin berada dalam fasa negatif maka hanya transistor PNP yang ON. Akan tetapi karena bias tegangan transistor  berasal dari sinyal Vin, maka sinyal ini akan terpotong oleh tegangan VBE, sehingga sinyal keluarannya akan mengalami kecacatan (distorsi)

b.      Cara Kerja Penguat Daya Kelas B
Penguat ini diwujudkan dengan merangkai sepasang transistor komplemen seperti pada Gambar Penguat Daya Kelas A ,Berbeda dengan penguat kelas A, titik beban transistor penguat kelas B diletakkan pad titik B (titik cut-off).  Dengan kondisi seperti ini, maka ketika tidak ada sinyal masukan, maka transistor tidak mengkonsumsi arus listrik. Penguat jenis ini dikenal juga sebagai penguat push-pull karena kerja dari pasangan transistor adalah bergantian. Penguat ini diterapkan sebagai penguat akhir, atau penguat sinyal besar. Ketika Vin berada dalam fasa positif maka hanya transistor NPN yang ON, sedangkan ketika sinyal Vin berada dalam fasa negatif maka hanya transistor PNP yang ON. Akan tetapi karena bias tegangan transistor berasal dari sinyal Vin, maka sinyal ini akan terpotong oleh tegangan VBE, sehingga sinyal keluarannya akan mengalami kecacatan (distorsi).

c.       Bentuk Rangkaian Penguat Daya Kelas B

  Description: http://3.bp.blogspot.com/-UuQ-8zGzGQI/TZf0MxMqj6I/AAAAAAAABEA/KBUFXgQRhGA/s320/gambar%2B4-782718.JPGDescription: http://3.bp.blogspot.com/-8o4pTSVqYjU/TZf0MYhIzBI/AAAAAAAABDw/uCywLmB4ZQs/s320/gambar%2B2-780915.jpg

Gambar sinyal dan penjelasan:


Description: http://2.bp.blogspot.com/-NmAEBRg0N3s/TaUBo6PHKbI/AAAAAAAAB7g/S4hLvrYyTBM/s320/Pb-791634.bmp
Description: http://4.bp.blogspot.com/-wHSJ76z4tF0/TaUBpNqAPJI/AAAAAAAAB7o/NJuVWu5Yisk/s320/Gb-792237.bmp

Analisa rangkaian :

C2 dan C3 pada rangkaian tersebut digunakan sebagai kapasitor coupling.
Fungsinya untuk membatasi arus DC yang akan memasuki dan keluar rangkaian
ini.Rb1 dan Rb2 digunakan sebagai penghasil Vb. Pada penguat kelas B, Vb
yang dihasilkan harus = 0,7 V (yaitu Vbe). R3 (Lc) digunakan untuk menghasilkan Vce.


d.      Aplikasi Penguat Daya Kelas B dan Contoh Soal
Penguat kelas B cocok dipakai pada penguat akhir sinyal audio karena bekerja pada level tegangan yang relatif tinggi (diatas 1 Volt). Dalam aplikasinya, penguat kelas B menggunakan sistem konfigusi push-pull yang dibangun oleh dua transistor. Penguat Kelas B tunggal jarang dipergunakan dalam praktik, meskipun dapat dimanfaatkan sebagai penguat daya frekuensi radio (RF)  yang tidak terlalu Memperhatikan cacat yang timbul.



C.    Penguat Daya Kelas AB
a.       Pengertian Penguat Daya AB
Penguat Daya Kelas AB sebenarnya hsmpir sama dengan penguat daya B. perbedaannya hanya terletak pada pemasangan diode pada masing- masing basis dari kedua transistor untuk kelas AB. Penguat daya AB dibuat dengan tujuan untuk: membentuk penguat sinyal yang tidak cacat (distorsi) dari penguat kelas A, untuk mendapatkan efisiensi data yang lebih baik,untuk mengatasi cacat silang atau crossover distortion pda penguat kelas B.
Karakteristik penguat daya kelas AB:
·         Letak titik Q berada diantara penguat kalas A dan B.
·         Linearitas paling jelek
·         Efisiensi sekitar 75%
·         Terdapat pemotongan sinyal < 180
·         Untuk mencegah pemotongan sinyal dilakukan konfigurasi push-pull
·         Pada penguat push-pull terjadi fenomena gumming (penggemukan sinyal)



b.      Cara Kerja Penguat Daya AB
Titik kerja penguat kelas AB berada diantara titik kerja penguat kelas A dan titik kerja penguat kelas B,  sehingga Penguat kelas AB dapat menghasilkan penguat sinyal yang tidak distorsi seperti pada penguat kelas A dan mendapatkan efisiensi daya yang lebih tinggi seperti pada penguat kelas B. Penguat Kelas AB menguatkan sinyal dari 180° hingga 360° dengan efisiensi daya dari 25% hingga 78,5%..

c.       Bentuk Rangkaian Penguat Daya Kelas AB

Dari gambar 3 di atas kedua transistor dipasang secara seri, dengan demikian arus yang mengalir (Ic) besarnya sama. Karena transistor NPN dan PNP yang digunakan memiliki sifat yang sama pula sehingga tegangan VCE transistor juga sama dimana besarnya nilai tegangan VCE adalah setengah dari tegangan sumber. Penjabarannya sebagai berikut:
2 VCE = VCC
VCE = VCC/2
VCEQ = VCC/2

d.      Aplikasi Penguat Daya Kelas AB dan Contoh Soal
Rangkaian penguat akhir pada sistem audio berfungsi sebagai penguat daya. Maka dari itu penguat akhir disebut juga penguat daya. Rangkaian penguat daya terdiri dari penguat tegangan dan penguat arus. Bagian penguat akhir pada sistem audio terdiri dari 2 bagian yaitu driver berupa rangkaian penguat tegangan dengan penguatan yang besar. Agar mencapai efisiensi kerja yang besar maka pengaturan kerjanya pada klasifikasi kelas AB mendekati kelas B. Rangkaian penguat daya dibuat kelas AB agar mencegah terjadinya cacat silang (cross over distortion).


D.    Penguat Daya Kelas C
a.      Pengertian Penguat daya Kelas C
Penguat Kelas B perlu 2 Transitor untuk bekerja dengan baik maka ada penguat yang disebut dengan kelas C yang hanya perlu 1 trasnsistor, ada beberapa aplikasi yang hanya membutuhkan 1 phase positif saja. Contohnya adalah pendeteksi dan penguat frekuensi pilot, Rangkaian penguat tuner RF , Penguat kelas C dapat menghasilkan daya bebanyang lebih banyak daripada penguat kelas B. Tetapi, untukmemperkuat gelombang sinus, penguat itu harus ditalapada frekuensi gelombang sinusoidal tersebut. Olehkarena itu rangkaian penguat kelas C tertala disebutrangkaian pita sempit (narrowband circuit); penguat kelas C ini hanya dapat memperkuat frekuensi resonansi danfrekuensi-frekuensi yang berada di dekatnya. Untukmenghindari akan kebutuhan induktor dan kapasitor yangbesar pada rangkaian resonansi, penguat kelas C selalu beroperasi pada frekuensi radio (radio frequency, RF).Frekuensi-frekuensi ini berada di atas 20 kHz. Dengandemikian, walaupun penguat kelas C merupakan penguatyang paling efisien, penguat ini hanya berguna padapemakaian-pemakaian RF pita sempit saja.

b.      Cara Kerja Penguat Daya Kelas C
Daerah di mana arus kolektor yang mengalirkurang daripada 180o siklus ac disebut daerah Penguat Kelas C. Hal ini berarti bahwa arus kolektor Penguat Kelas C tidak sinosuidal, karena arus mengalir dalam bentuk pulsa Untukmenghindari distorsi yang disebabkan oleh bebanyang yang bersifat tahanan murni, Penguat Kelas C selalu menggerakkan rangkaian bejana resonansi. Cara ini menghasilkan tegangan keluarberupa tegangan sinusoidal. Penyalaan diode emitter sesaat pada setiappuncak positif menghasilkan pulsa-pulsa aruskolektor yang sempit. Dengan pulsa-pulsaseperti ini, tepat sekali digunakan siklus kerja,yang ditetapkan sebagai:
c.       Bentuk Rangkaian Penguat Daya Kelas C

Description: http://1.bp.blogspot.com/-nyKJ2THjo6U/TZf0M7ykEJI/AAAAAAAABEI/ODMYF7UPZhc/s320/gambar%2B5-783702.JPGDescription: http://3.bp.blogspot.com/-8o4pTSVqYjU/TZf0MYhIzBI/AAAAAAAABDw/uCywLmB4ZQs/s320/gambar%2B2-780915.jpg
Gambar sinyal dan penjelasan:
Description: http://4.bp.blogspot.com/-CSXC72tGHq4/TZh8zNJdK4I/AAAAAAAABIY/gLOse34-x-Q/s320/penguat-kelas-c-751006.jpgDescription: http://1.bp.blogspot.com/-u7Tg76RUYKQ/TZh8zvGsfYI/AAAAAAAABIg/NL_Nh4KDO3c/s320/Picture4-753289.jpg
Karakteristik Penguat kelas C :
·         Efisiensi : η = 85%, 15% panas
·         Linieritas paling jelek
·         Ada pemotongan sinyal >180o
Penguat kelas C mirip dengan penguat kelas B, yaitu titik kerjanya berada di daerah cut-off transistor. Bedanya adalah penguat kelas C hanya perlu satu transistor untuk bekerja normal tidak seperti kelas B yang harus menggunakan dua transistor (sistem push-pull). Hal ini karena penguat kelas C khusus dipakai untuk menguatkan sinyal pada satu sisi atau bahkan hanya puncak-puncak sinyal saja.
Penguat kelas C tidak memerlukan fidelitas, yang dibutuhkan adalah frekuensi kerja sinyal sehingga tidak memperhatikan bentuk sinyal. Penguat kelas C dipakai pada penguat frekuensi tinggi. Pada penguat kelas C sering ditambahkan sebuah rangkaian resonator LC untuk membantu kerja penguat.

d.      Aplikasi Penguat Daya Kelas C dan Contoh soal
Penguat Kelas B perlu 2 Transitor untuk bekerja dengan baik maka ada penguat yang disebut dengan kelas C yang hanya perlu 1 trasnsistor, ada beberapa aplikasi yang hanya membutuhkan 1 phase positif saja. Contohnya adalah pendeteksi dan penguat frekuensi pilot, Rangkaian penguat tuner RF
Contoh soal Pada gambar 12.27 sinyal input memiliki Vpp sebesar 10V. Sinyal negatif dijepit di dasar transistor dengan puncak positif +0,7V dan puncak negatif -9,3V. Rata-rata tegangan dasar adalah -4,3V yang dapat diukur dengan impedansi tinggi dc voltmeter

 Jika sinyal memiliki frekuensi ini rangkaian penguat kelas c akan menguatkan sinyal input. Pada gambar 12.27 sinyal input memiliki Vpp sebesar 10V. Sinyal negatif dijepit di dasar transistor dengan puncak positif +0,7V dan puncak negatif -9,3V. Rata-rata tegangan dasar adalah -4,3V yang dapat diukur dengan impedansi tinggi dc voltmeter. Gambar 12.7 contoh Sinyal kolektor dibalik karena hubungan C dan E. Rata-rata tegangan gelombang kolektor adalah 15V, tegangan supply. Sehingga tegangan kolektor peak to peak adalah 30V. Tegangan ini adalah penggabungan kapasitivitas beban resistansi tegangan output final memiliki tegangan puncak +15V dan -15V. Kita harus menentukan untuk apa penguat tersebut dibuat atau digunakan. Dalam hal ini kami akan menggunakan untuk komunikasi radio antar penduduk. Pada 1 Agustus 2004.
Untuk mengetahui nilai L dan C maka kita harus menentukan salah satu nilai dari kedua komponen tersebut. Kami memilih untuk menentukan nilai L karena umumnya dalam pembuatan rangkaian resonansi yang terlebih dahulu ditentukan nilainya ialah induktor. Kami menentuka L = 0,1 µH, sedangkan rumus untuk mencari nilai 0,1 µH menurut Chris Bowick “RF Circuit Design”,18 ialah:




BAB III
PENUTUP


A.    KESIMPULAN
fungsi transistor sebagai penguat yaitu khususnya  penguat kelas A, B dan C. Penguat tipe A, B dan C memiliki ciri sendiri-sendiri baik dari  baik dari segi fisik maupun fungsinya, walaupun pada kenyataanya sama-sama sebagai  penguat. Makalah ini akan memberikan gambaran secara umum mengenai transistor sebagai  penguat kelas A, B dan C. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak sangat kami harapkan




DAFTAR PUSTAKA




4 komentar: